Senin, 26 September 2011

Pantai Mendewi, Incaran Para Peselancar Mancanegara


REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR – Pernah mendengar nama Pantai Mendewi di Bali? Inilah objek wisata di Pulau Dewata yang mulai menggeliat. Pantai ini sebenarnya telah dikenal di kalangan para peselancar. Para peselancar mancanegara meminati keindahan gelombang di pantai yang terletak di Kabupaten Jembrana ini untuk menyalurkan kegemaran mereka.
"Ada sekitar 50-100 turis asing yang melakukan olahraga 'surfing' setiap hari di Pantai Medewi. Jumlah itu bertambah banyak pada hari-hari tertentu," kata Mahmud, tukang ojek yang biasa mengantarkan turis asing dari Denpasar ke Pantai Madewi, seperti dikutip Antara.
Pantai Madewi berjarak sekitar 75 kilometer dari Denpasar. Para penggemar surfing merasa ombak di pantai itu sangat cocok, baik bagi pemula maupun tingkat mahir.
Mahmud yang besar di sekitar objek wisata itu menyayangkan sikap pemerintah yang kurang perhatian terhadap keberadaan Pantai Madewi. Ia menginginkan objek wisata itu dikelola dengan baik, seperti objek-objek wisata lainnya di Pulau Dewata.
Lahan tanaman padi dan ladang milik warga saat ini berkurang sekitar 50 meter dari garis pantai akibat tergerus abrasi sehingga hal itu membuat pemandangan di sekitar Pantai Madewi terlihat kotor.
Panorama matahari terbenam di Pantai Medewi sangat indah. Apalagi di sekitar pantai terdapat pasir hitam dan kerikil serta bebatuan. Namun, pantai tersebut tidak cocok untuk berjemur, kecuali berjalan-jalan untuk menikmati keindahan pemandangan.
Di kawasan Medewi terdapat hotel, restoran, dan kolam renang. Selain itu ada juga gubuk-gubuk beratapkan jerami yang disewakan kepada wisatawan untuk bermalam. "Anda mungkin ingin menghabiskan malam sambil menikmati suasana Bali yang sebenarnya karena Madewi masih relatif belum tersentuh perubahan seperti hingar-bingar Kuta," kata Sulaeman yang berprofesi sebagai pemandu surfing di Pantai Madewi.
Semakin banyaknya pengunjung terutama turis asing penggemar olehraga surfing ke kawasan Pantai Medwi, diikuti oleh penduduk setempat yang mulai membangun tempat pemondokan permanen untuk disewakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar