Kamis, 17 November 2011

Ditemukan Tanda Kehidupan DI Mars

Sekarang Benda aneh yang terlihat mengepung matahari
Sekitar 18 Januari 2010 lalu, pesawat ruang angkasa tiga-dimensi NASA yang diperuntukkan untuk memantau matahari mulai merekam kelompok benda terbang UFO raksasa di sekitar matahari.
ufomatahari Ribuan UFO terekam Sedang Mengepung Matahari
Menurut seorang pengamat mengatakan bahwa UFO tersebut “tampaknya sedang bergerak, karena dalam sejumlah foto video NASA, mereka berada di lokasi yang berbeda, benda-benda terbang ini sangat besar, yang terkecil mungkin sebesar planet bumi.
Jika UFO ini adalah planet atau asteroid yang lebih besar dari komet, maka seharusnya sama seperti dengan kejadian komet yang baru-baru ini terjadi, seharusnya telah ditarik oleh gaya gravitasi matahari yang sangat kuat. “Fisikawan kuantum Nassim Haramein juga menolak dugaan itu adalah komet, dia berkata jika itu adalah sebuah komet, maka komet sebesar itu seharusnya kita dapat dengan jelas melihat ekor kometnya.

Penjelasan NASA: kegagalan peralatan

Menurut laporan jaringan media asing Examiner, pada awalnya NASA masih mempublikasikan foto atau video ini pada situs web-nya, tetapi kemudian mencabutnya dengan suatu alasan yang belum diketahui! Ilmuwan, proyeksi tiga dimensi NASA Dr Joe Gurman menjelaskan bahwa benda-benda UFO ini adalah karena terjadi gangguan pada peralatan NASA, fenomena yang terbentuk akibat super-terkompresi.
Gurman mengatakan, ” logger data dari pusat DSN pada 18 Januari 2010 gagal, persis pada hari itu mulai di sekitar matahari muncul gelombang UFO.” Gurman mengatakan karena pusat logger data DSN timbul gangguan, foto UFO yang terlihat itu adalah karena dikompresi menjadi “Beacon pattern”, bukanlah pemutaran telemetri Image normal. Dia mengatakan bahwa karena adanya perbedaan dalam data kompresi mebuat orang merasakan seperti melihat UFO.
Namun, orang-orang yang menerima surat dari Gurman tidak ada yang menganggap bahwa penjelasan NASA dapat dipercaya.

Peradaban Luar Sedang Mendeteksi dan Memasuki sistem Tata Surya Kita

Fisikawan kuantum Nassim Haramein memperoleh foto dan video asli sebelum NASA menghapusnya, bahkan melakukan sebuah analisis dari sudut pandang fisika kuantum, dia menjelaskan dalam video yang yang berdurasi sekitar 10-menit, UFO yang lebih kecil dan lebih besar dari bumi ini diperkirakan adalah pesawat ruang angkasa raksasa alien atau pesawat ruang angkasa raksasa yang mampu melintasi ruang dan waktu.
Pesawat ruang angkasa asing ini menggunakan matahari sebagai singularitas lubang hitam atau gerbang bintang, untuk mengunjungi tata surya kita. Mr Haramein menganggap data tiga-dimensi pesawat UFO raksasa yang diperoleh NASA ini membuktikan bahwa peradaban extraterrestrial menggunakan kapal terbang sebesar planet bumi ini melalui pintu bintang matahari masuk ke dalam sistem tata surya kita.
Nassim Haramein mengatakan bahwa di sekitar matahari sering muncul UFO. Dan bukan hanya satu, tetapi adalah sebuah formasi lengkap. Sebenarnya, apakah NASA atau Pemerintah Amerika Serikat sangat menyadari hal ini, bahwa ada teknologi yang menguasai peradaban luar bumi yang luar biasa, dan memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk menahan suhu tinggi dekat matahari. Namun, Pemerintah Amerika Serikat takut untuk mengakui kenyataan ini, dan masih tidak dapat memutuskan bahwa apa yang akan mereka lakukan.

NASA Sedang Menyembunyikan Apa?

Mengapa NASA harus mengganti materi foto dan video? Apa sebenarnya yang ingin mereka sembunyikan? Apakah umat manusia takut dirinya tidak bisa menghadapi peradaban makhluk luar angkasa berteknologi tinggi seperti ini?
Fisikawan kuantum Nassim Haramein, mengatakan setelah dia melihat benda-benda terbang ini, dia menulis surat melalui e-mail dikirim ke NASA, menanyakan ke orang-orang di NASA benda apakah ini yang mereka perkirakan. Setalah itu NASA kemudian menghapus video di situs web.
Pada tahun 1984,. mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dalam pidato pelantikan presiden, pernah mengatakan kepada publik perkataan seperti ini: “bapak-bapak dan Ibu-ibu, masa depan semua yang tertulis dalam alkitab”. Kata-kata Presiden Reagan, membuat media dunia internasional berspekulasi bahwa apa maksud perkataannya itu?
Beberapa orang menduga bahwa kata-kata Reagan mungkin berhubungan dengan prediksi tentang nasib akhir umat manusia. Patut dicatat adalah bahwa setelah Reagan terpilih kembali sebagai presiden, pernah tiga kali dalam kesempatan yang tidak-biasa, mengungkapkan beberapa kekhawatirannya.
Pada tahun 1985, mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan, dalam pertemuan dengan mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev , mengingatkan kepadanya: “manusia harus was-was terhadap ancaman mendadak yang datang dari makhluk tertentu dari planet lain alam semesta.”
16 Februari 1987, dalam sebuah konferensi Komite Pusat Partai Komunis Soviet yang diselenggarakan di Kremlin di Moskow, Gorbachev telah mengkonfirmasi: “Dalam pertemuan di Jenewa, presiden AS pernah mengatakan bahwa jika bumi diinvasi oleh makhluk asing, Amerika Serikat dan Uni Soviet harus bersatu untuk melawan invasi yang mirip seperti itu”
21 September 1987, di pertemuan reguler Majelis Umum PBB ke- 43, Presiden Reagan sekali lagi mengingatkan kita: “Ada ancaman yang lebih menakutkan dibandingkan dengan perang berbagai bangsa di bumi dengan dunia luar?”
Kata-kata Presiden Reagan seharusnya tidak hanya di mulut saja, di podium PBB, dia tidak mewakili dirinya sendiri, tetapi atas nama Amerika Serikat, yang didukung oleh kata-katanya sendiri, adalah teknologi antariksa yang kuat di seluruh Amerika Serikat. Apa yang membuat Amerika begitu khawatir?
Bahkan, Uni Soviet sebagai kekuatan ruang angkasa kedua, juga memberikan banyak pandangan yang sama, Gorbachev ketika menginformasikan pandangan ketkia bertemu Presiden Reagan, dia tidak menganggapnya sebagai lelucon, atau menyangkal, tapi dia mengatakan saat ini masih belum diperlukan. Dengan kata lain, Gorbachev dan Reagan sudah tahu banyak mengenai hal ini.

Menyiratkan Luasnya Peradaban Extraterrestrial

Jika data asli NASA (penggantian foto) itu benar, maka 18 Januari 2010 gelombang munculnya ribuan UFO raksasa, itu menunjukkan pengungkapan peradaban luar bumi pada tahun 2010 akan memiliki implikasi luas. Setidaknya ada beberapa hal seperti berikut ini:
Kita tidak bisa mengharapkan NASA untuk mengekspos peradaban extraterrestrial, dan kegagalan peralatan yang dikatakan Gurman tidak masuk akal, sulit diyakini. Dan juga tidak jelas alasannya NASA menghapus foto-foto UFO ini di situsnya, ini jelas menyembunyikan sesuatu.
Fisikawan kuantum Nassim Haramein memberikan penjelasan yang masuk akal: peradaban extraterrestrial sedang mendeteksi dan memasuki tata surya. Ia menganggap, NASA memperoleh data tiga-dimensi UFO raksasa tersebut membuktikan bahwa peradaban luar bumi doperkirakan menggunakan kapal ruang angkasa yang begitu besar melalui pintu bintang matahari atau lubang hitam singularitas masuk ke sistem tata surya kita.
Pada 18 Januari tahun 2010, munculnya sekelompok besar yang diperkirakan armada kapal di sekitar matahari, dapat dikatakan peradaban extraterrestrial yang menampakkan diri, dan dalam peradaban mereka memiliki sebuah pesawat ruang angkasa yang besarnya seukuran bumi.
Pesawat ruang angkasa yang melalui pintu bintang matahari atau titik tunggal ke dalam tata surya, memiliki kapasitas untuk memberikan bantuan darurat kepada manusia pada saat yang diperlukan, sehingga kemampuan seperti ini untuk memecahkan aturan alam semesta, “non-intervensi”.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=94887

UFO - Benda aneh dari luar angkasa, mengenai kebenaran UFO



http://www.babble.com/CS/blogs/strollerderby/ufo05.jpg
Setelah setengah abad penyelidikan, seorang ahli fisika nuklir yang pernah bekerja pada roket fisi dan fusi, mengatakan UFO benar-benar ada dan pemerintah AS mengetahui soal ini sejak 1947.
“Beberapa UFO adalah pesawat luar angkasa yang dikontrol secara cerdas dari luar bumi,” kata Stanton Friedman kepada AOL News yang menyebut upaya menutup-nutupi UFO itu sebagai cerita terbesar sepanjang milenium.
Friedman pernah bekerja selama 14 tahun sebagai ahli fisika nuklir bagi perusahaan seperti General Electric, General Motor, Westinghouse dan Aerojet General Nucleonics, di mana dia tergabung dalam program tingkat tinggi termasuk pesawat nuklir dan roket fusi dan fisi.
http://adangkurnia.files.wordpress.com/2009/04/ufo-7.jpg


Pada tahun 1958, keberadaan UFO mulai menarik perhatiannya, dan Friedman kemudian mempelajari materi ini dengan lebih dari 700 akademisi dan kelompok profesional di 50 negara seluruh dunia.
“Setelah 53 tahun melakukan penyelidikan, saya yakin saat ini kita sedang menghadapi Cosmic Watergate,” ujarnya kepada AOL News.
“Ini berarti hanya sedikit orang di pemerintahan yang tahu bahwa setidaknya sejak 1947, beberapa UFO berupa pesawat luar angkasa.”
Dalam buku terbaru Friedman, Science Was Wrong, dia menulis, “Di sini tidak ada kesalahan ataupun pernyataan negatid dari kelompok penentang maupun individu yang membantah bukti yang mendukung pernyataan bahwa beberapa UFO berasal dari luar angkasa.”
http://www.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01380/ufo_1380509c.jpg
Meskipun beberapa ilmuwan selama bertahun-tahun menyebutkan bahwa bumi memang telah dikunjungi oleh makhluk asing, Friedman adalah ilmuwan yang paling vokal menyangkut hal itu.. Dia begitu kesal dengan sikap ilmuwan yang menggunakan radio dan teleskop optik dalam pencarian makhluk cerdas di luar bumi, SETI Institute di California, misalnya.
"Yang benar-benar mengganggu saya adalah bahwa orang-orang SETI akan mengatakan tidak ada bukti UFO. Yah, mereka tentu tidak memiliki referensi apapun, sehingga disebut bahwa mereka memang tidak ada? Ini yang salah!”

Vietnam Tujuan Wisata Murah di Luar Negeri

Vietnam Tujuan Wisata Murah di Luar Negeri

Metrogaya-Berniat bepergian keluar negeri dengan ongkos murah? Vietnam adalah jawabannya. Dengan harga tiket satu juta rupiah dan bekal sedikit uang dollar, sudah bisa pergi ke Negeri Paman Ho yang penuh objek wisata. Bagi yang suka shopping dan makan, Vietnam boleh dibilang surga juga.

Boleh dibilang Vietnam memang serba murah. Hotel Nam De yang terletak di Nguyen Trai St, hanya memasang tarif Rp 400.000 untuk family room. Satu hal hal yang perlu dicatat, jangan menukarkan dolar di Vietnam. Di sini, 100 dolar AS hanya ditukar 1 juta dong, di Jakarta bisa mendapat 2 juta dong.

Co Ben Thanh

Di sini tak sulit menjumpai mal dan toko yang menjual perhiasan serta baju. Namun, menarik berbelanja di pasar tradisional Co Ben Thanh. Mereka menjual T-shirt berlogo Vietnam, aksesori, tas, alat rumah tangga dari porselen, kopi Vietnam yang terkenal, sampai makanan dari hasil laut yang sudah dikemas cantik. Satu set seprei bordir tangan hanya berharga 300 dong.

Lelah belanja, tujuan selanjutnya pasti makan. Banyak orang tampak menghirup sup panas. Springroll alias lumpia yang dibungkus tipis menerawang sangat menggugah selera, tetapi isinya dicampur daging babi. Yang juga sangat menggoda adalah udang besar dicocol sambal dan dimakan dengan nasi panas.

Berbagai makanan khas Vietnam, dari yang berkuah sampai dipanggang, boleh dicoba. Saran bagi umat Muslim, harus cermat memilih karena masakan di sini rata-rata dikombinasikan daging babi.

Sebagai pekerja keras dan gigih, masyarakat Vietnam juga menyukai suasana santai. Hampir di sepanjang trotoar bisa kita menjumpai kafe kaki lima. Pengunjung duduk di kursi-kursi sangat rendah sambil minum kopi hitam pekat, atau minum kelapa muda yang dikupas cantik. Biasanya mereka mengobrol sambil menikmati lalu-lalang motor yang mengalahkan Jakarta.Di depan kursi, ada banyak gerobak makanan. Kita bisa beli kacang, jagung rebus, atau ikan dan cumi bakar.

Menyusuri Mekong dan terowongan Chu Chi

Kesempatan menyusuri Delta Mekong dan mengunjungi beberapa pulau kecil yang sedikit penghuninya sungguh tak terlupakan. Di setiap pulau yang disinggahi, tampak kebun buah-buahan. Jenisnya sama dengan yang ada di Indonesia. Bedanya, buah-buahan di sini lebih besar dan manis.

Kita disuguhi potongan buah dan minuman segar sambil menikmati tarian tradisional. Ada juga yang mendemonstrasikan cara membuat kue dari kelapa atau manisan jahe.

Kenangan "ngeri" yang melekat sampai sekarang, yaitu berfoto bersama ular besar milik seorang penduduk setempat. Ketika ular besar itu dikalungkan ke leher saya, rasanya dingin, licin, berminyak, dan berat!

Terowongan Chu Chi tidak boleh dilewatkan. Chu Chi adalah tempat bersejarah peninggalan gerilyawan Vietkong, sewaktu perang melawan AS. Letaknya di luar Ho Chi Minh City, perlu waktu perjalanan dua jam dengan mobil.

Terowongan ini sudah ada sejak Vietnam dijajah Perancis, digunakan penduduk untuk menghindari kerja paksa. Jalur terowongan sangat berliku, terdiri atas beberapa tingkat dilengkapi tempat tinggal, rumah sakit, sumur, dapur umum, serta tempat penyimpanan logistik dan persenjataan.

Menurut pemandu, terowongan bisa menembus perbatasan negara sekitar. Kedalamannya ada yang mencapai lima, tujuh, dan sembilan meter. Dari atas, seluruh lorong ini tidak akan terlihat karena tertutup daun-daun kering. Di sini dapat disaksikan peninggalan Vietkong seperti amunisi berat, ranjau, patung gerilyawan, dan tank-tank AS yang dilumpuhkan.

Menyusuri terowongan itu, sempit dan pengap, tingginya hanya satu meter. Sekali mencoba harus terus karena sulit untuk berbalik. Bagi yang bertubuh besar, lebih baik jangan coba-coba. Acara menjelajah Chu Chi diakhiri dengan menikmati makanan khas tentara Vietkong, yaitu singkong rebus dan teh hijau. Tak beda dengan menu pejuang kita.
(yc/senior)

Hanoi, Vietnam. Semua Serba Murah


Ditulis oleh Leo Lintang   
Rabu, 09 Juli 2008
hanoi vietnam
Walau bukan tempat liburan favorit, coba kunjungi salah satu negeri Indochina, Vietnam. Menyenangkan dan semuanya serba murah. Ke Hanoi, ngapain?" Begitu komentar teman-teman ketika saya mengutarakan niat untuk berlibur ke ibukota Vietnam tersebut. Bagi orang Indonesia, Hanoi mungkin bukan tempat berlibur favorit di benua Asia. Sebenarnya, keputusan untuk berjalan-jalan ke Hanoi juga tidak disengaja.


Kenapa Hanoi? Tadinya setelah Beijing tinggal impian, teman kami mengusulkan Thailand. Tapi karena saya sudah pernah berkunjung ke negeri Gajah Putih itu, kami menolak idenya. Kebetulan ada teman dari Tiger Airways (low cost carrier berbasis di Singapore) yang menawarkan tiket promo cukup murah untuk ke Hanoi via Singapura. Ditambah kami tidak perlu mengurus visa, jadilah Hanoi sebagai tujuan berlibur kami pertengahan Mei lalu.
Penerbangan ke Hanoi dari Singapore memakan waktu 3 jam. Kami tiba di Noi Bai International Airport jam 6 sore waktu setempat. Jangan bayangkan bandara internasionalnya seperti bandara-bandara internasional di negara lain. Suasananya sungguh jauh berbeda. Meski arealnya cukup luas, suasananya sepi sekali. Hanya ada tiga pesawat "parkir" di landasan.

Dari bandara ke hotel, kami dijemput perwakilan biro perjalanan yang sudah kami booking dari Jakarta. Jarak antara bandara ke pusat kota (lokasi hotel) sekitar 35 km. Dalam perjalanan tampak beberapa pabrik dan hotel yang sedang dibangun. Menurut guide yang menyertai kami, salah satu developer-nya adalah Ciputra. Hebat juga Pak Ciputra bisa investasi sampai ke Vietnam! Sampai di hotel jam 8 malam langsung istirahat.Besoknya, jam 7 pagi kami sudah dijemput oleh biro perjalanan untuk memulai tur pertama kami ke Ha Long Bay. Kami mengambil paket satu hari ke Ha Long seharga USD 2n/orang. Harga tersebut sudah termasuk bus AC pulang pergi, makan siang, tiket masuk ke 1okasi wisata, tiket naik boat selama di laguna dan guide berbahasa inggris. Perjalanan ke Ha Long Bay memakan waktu 3,5 jam.

Mengunjungi Ha Long Bay inilah yang membuat kami merasa beruntung telah mengunjungi Hanoi. Ha Long Bay merupakan resor yang wajib dikunjungi. Semua hotel dan biro travel di Hanoi pasti menempatkan tur ke Ha Long Bay sebagai pilihan pertama.

Ha Long bay adalah situs keajaiban alam berupa laguna (danau) yang dikelilingi oleh lebih kurang 1.900 pulau besar dan kecil di kawasan teluk Tonkin (140 km utara Hanoi ). Di kawasan tersebut tersebar banyak batu karang dari berbagai ukuran yang membuatnya unik dan sangat indah. Ha Long Bay merupakan salah satu keajaiban dunia yang dilestarikan oleh UNESCO. Bahkan disebu-tsebut sebagai keajaiban dunia ke-8.

Sungguh indah dan menakjubkan pemandangan di Ha Long bay. Sebelumnya kami hanya bisa menjumpai pemandangan seperti ini di kalender-kalender dan majalah National Geographic. Salah seorang turis dari Amerika tidak henti-hentinya mengucapkan "Oh My God, it's so amazing!".

Kami sempat masuk ke gua Dao Go. Untuk masuk ke gua, kami harus mendaki jalan setapak sejauh kira-kira 300 meter. Di dalam gua banyak terdapat stalagtit dan stalagnit yang sudah ratusan tahun umurnya.

Mutiara asli sangat murah


Yang lebih menarik lagi, terutama bagi para turis wanita, di depan pintu masuk gua, banyak orang berjualan mutiara asli yang sangat murah. Bayangkan satu set kalung dan giwang harganya 120.000 Dong Vietnam atau sekitar Rp. 72.000 saja. Pokoknya heboh deh.

Kami juga berbelanja buah-buahan d pasar terapung di sekitar laguna. Di tengah-tengah laguna, boat berhenti untuk memberi kesempatan kepada para pelancong menikmati pemandangan berbelanja di pasar terapung atau naik perahu kecil masuk dalam terowongan yang dikelilingi batu karang tinggi Sungguh eksotis!

Menikmati Hanoi

Hari selanjutnya kami tidak lag menggunakan biro travel karena ingin menikmati kota Hanoi dengan santai Kami mengunjungi bangunan-bangunan peninggalan jaman kolonial Perancis yang masih utuh dan dibiarkan apa adanya, terutama di distrik Ba Dinh. Lokasi yang terkenal adalah French Quarter dimana banyak sekali jalan kecil dengan perempatan-perempatan khas Perancis dan dikelilingi gedung-gedung tua.

Kami juga mengunjungi Van Mieu (universitas pertama dan tertua di Vietnam yang dibangun tahun 1010), Pasar Dong Xuan, Van Phuc, Hoan Kiem Lake, Mausoleum Ho Chi Minh, Istana dan Museum Ho Chi Minh, Pagoda Quan Troc (one pillar pagoda), gedung teater dan pertunjukan wayang air.

Hoan Kiem Lake adalah danau di tengah kota yang cukup asri dan sejuk yang ditengahnya terdapat pagoda (turtle pagoda). Di sekitar danau banyak tempat duduk yang digunakan para ABG untuk bercengkerama, orang-orang tua yang sekedar duduk-duduk mencari angin segar, pedagang kaki lima dan turis yang sedang berjogging.

Di sekitar Hoan Kiem adalah kompleks pertokoan yang menjual cindera mata seperti kerajinan, topi dan kebutuhan turis. Orang Vietnam kebanyakan menggunakan topi bila keluar rumah baik yang berbentuk caping atau topi lebar. Tidak heran jika dimana-mana dijumpai toko topi. Belanja souvenir di sekitar Hoan Kiem cukup mahal, karena itu kami belanja di pasar Dong Xuan. Disini, banyak sekali souvenir khas Vietnam yang dijual dengan harga sangat murah. Jika dirupiahkan cuma sekitar Rp.3500 sampai Rp.25.000. Jika Anda suka kain sutra, Van Phuc silk village adalah pilihan yang tepat. Sehelai selendang sutera halus misalnya, cuma dihargai Rp.60.000.

Moseleum Ho Chi Minh


Dari semua tempat yang kami kunjungi tadi, yang paling menarik setelah Ha Long Bay adalah Moseleum (Lang Chu Tich) Ho Chi Minh. Di moseleum ini berbaring jenazah Ho Chi Minh yang sudah dibalsem dan dijaga oleh sepasukan tentara bersenjata lengkap. Untuk bisa melihat jenazah Bapak Vietnam ini, kami harus melalui ritual yang cukup melelahkan. Diperlukan tiga kali pemeriksaan untuk memastikan kami tidak membawa makanan, minuman, kamera, tas, dan lain-lain (kecuali dompet). Masih harus berjalan kaki berbaris satu-satu sejauh 150 m. Antrian yang cukup panjang cukup melelahkan. Namun "pengorbanan" yang kami bayar sepadan dengan apa yang kami peroleh. Sungguh menakjubkan bisa melihat jenazah Paman Ho yang tampak seperti orang tidur saja, dengan senyum tersungging di wajahnya.

Kondisi jenazahnya bagus sekali, padahal Paman Ho meninggal pada tahun 1969. Menurut petugas di musoleum, jenazah Paman Ho dibawa ke Rusia setahun sekali untuk perawatan. Sayang kami hanya diberi kesempatan selama 2 menit untuk melihat langsung dan dilarang mengambil gambar.

Wayang Air

Malam sebelum hari terakhir, kami menyaksikan pertunjukan Wayang Air, semacam pertunjukan dari boneka kayu yang dimainkan di air. Jadi orang-orang yang menggerakkan boneka tersebut berendam di air. Saya dan teman-teman bertanya-tanya, apa tidak masuk angin berendam di air malam-malam. Sangat unik dan mungkin satu-satunya di dunia. Pertunjukan wayang air ini sudah dipentaskan di banyak negara di seluruh dunia.

Sebenarnya masih banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi di Hanoi, seperti Capha, Perfume pagoda dll. Kunjungan selama empat hari dirasa tidak cukup. Bagi pembaca yang berminat berlibur ke Hanoi, dapat memperoleh informasi di Kedutaan Vietnam di Jakarta atau biro travel di Vietnam yang bisa dicari di internet. Pasti tidak akan menyesal berkunjung ke ibukota Vietnam ini.

Transportasi Tidak Standar

Sebagai ibukota negara, Hanoi bisa dikatakan kurang modern, karena minimnya fasilitas umum. Nyaris tidak ada tempat sampah di jalan sehingga kemana-mana kami terpaksa mengantongi sampah. Penduduknya cenderung tidak ramah dan "menghindari" orang asing. Modernisasinya berjalan lambat.

Yang menonjol dari Hanoi adalah, banyaknya sepeda motor dan sepeda di setiap sudut kota. Konon sepeda motor jumlahnya 1,5 juta. Bandingkan dengan jumlah penduduknya yang 3,5 juta.

Kami sempat naik ojeg. Wah, benar-benar bikin sport jantung. Teman saya sampai tidak berani membuka mata. Transportasi umum yang vital di Hanoi adalah ojeg dan taksi. Untuk turis asing, pilihannya mau tidak mau taksi. Taksi di Hanoi jarang yang jujur, kecuali yang dipesan dari hotel. Tidak ada harga argo yang standar. Selama tujuh kali kami naik taksi yang nyetop di jalan, enam kali argonya berbeda.
Bahasa juga salah satu kendala yang umum dijumpai para turis di Hanoi. Jarang sekali penduduk Hanoi yang bisa berbahasa Inggris. Kami terpaksa menggunakan bahasa "tarzan" dan membawa kalkulator kemana-mana untuk bertransaksi.

Ada satu kejadian lucu. Jika bepergian menggunakan taksi, biasanya kami menunjukkan gambar peta dimana lokasi hotel kita. Namun, sekali tempo dengan pedenya kami cuma menyebut nama hotel dan jalannya. Tampaknya supir taksi memahaminya. Ternyata kami nyasar. Usut punya usut, kami salah mengeja jalannya. Alhasil pak supir ngomel-ngomel. Untungnya kami tidak tahu dia mengomel apa.

Makanan khas Vietnam

Rasanya kurang afdol kalau berkunjung ke suatu negara tanpa mencicipi makanan khasnya. Di Hanoi, jarang terdapat restoran mewah. Cafe sudah tergolong mewah walaupun kalau dilihat tempatnya tidak berkesan mewah. Itu juga kebanyakan turis asing yang mengunjunginya. Lucunya banyak sekali warung-warung sederhana (seperti warteg disini) yang diberi nama Cafe.

Seperti di Indonesia, banyak sekali makanan yang dijajakan di pinggir jalan. Baik penjual yang mangkal maupun keliling menyediakan kursi plastik kecil untuk pembeli yang hendak menikmati makanan.

Makanan yang sempat kami cicipi adalah Nom, semacam asinan bogor tapi ditambah daging sapi yang dipotong-potong (di Vietnam orang memotong dengan gunting, bukan dengan pisau). Lalu ada Bun Dau Phu, yaitu tahu yang digoreng dan dimakan dengan bihun dan kuah terasi. Ada juga Xoi Trung berupa ketan yang dimakan dengan semur telur. Dan satu yang mungkin lidah kita kurang cocok adalah Che Ba Cot, semacam bubur nasi tapi dicampur parutan jahe yang rasanya manis, dan disajikan panas-panas. Aneh sih tapi seru !

Sumber: Majalah Lisa
 

Nikmatnya Dendeng Batokok Menggugah Selera

Kategori: Makan

Padang Panjang, MinangkabauNews -- Keelokan cagar alam Lembah Anai ternyata juga hadir dalam sajian khas rumah makan ini. Kuah dan bumbu yang merah oranye garang ternyata memberi sengatan dahsyat. Gulai kepala ikan, gulai ayam, ikan bilih Singkarak hingga dendeng batokoknya benar-benar bikin keringat bercucuran huah.. huah..sedap nian! Tambo cie Uda!

Mendengar nama Lembah Anai, saya langsung teringat bencana longsor yang terjadi beberapa bulan silam di kawasan ini. Namun, keindahan alam bebukitan yang menanjak berkelok di perjalanan dari Padang ke Bukittinggi lebih lekat dalam ingatan saya.

Ya, Lembah Anai yang ada di Padang Panjang merupakan cagar alam ini memang punya air tejun yang elok. Menyusuri jalanan berkelok mendaki pemandangan cantik lembah ini bisa dinikmati dari jalanan. Udara yang sejuk dan pemandangan serba hijau segar benar-benar memanjakan mata. Maka saat melihat nama Lembah Anai di rumah makan Padang Panjang tersebut.

Ruangannya luas dan ditata dengan rapi, komplet dengan aneka jajanan dan minuman. Waktu melongok ke lemari kaca besar tempat memajang dan meracik makanan sayapun mendapati tampilan hidangan Minang yang agak berbeda. Nyaris semua bumbu dan kuah berwarna oranye kuning merah menyala. Benar-benar menantang sekaligus menggiurkan!

Di meja pun disajikan aneka lauk serba hangat. Gulai ayam, rendang, terung dan jariang goreng, gulai cubadak, telur kembung, ikan bakar, dendeng batokok, dan ikan bilih Singkarak. Seporsi mentimun, daun singkong rebus dan sambal lado mudo (cabai hijau) menjadi pelengkapnya.

Dendeng batokok pun menjadi target pertama saya. Dua iris tipis daging sapi direndam minyak kelapa dan ditaburi iris halus cabai hijau keriting, cabai rawit dan bawang merah. Dendeng khas Sawahlunto ini meskipun tidak dibakar tetapi teksturnya empuk dengan rasa gurih sedikit asam dan tentu saja irisan cabai membuat rasanya makin mantap.

Sajian unik yang diimpor dari danau Singkarak, ikan bilih pun tak saya lewatkan. Ikan danau yang kecil, mirip ikan mas batita ini digoreng kering kemudian diaduk dengan sambal cabai merah dan cabai hijau. Kres-kres gurih renyah hingga ikan mungil utuh berikut kepalanya bisa dikunyah. Selingan sambal yang pedas dan irisan kasar petai berikut kulitnya memberi aksen rasa yang segar.

Telur dadar alias telur kembung yang tebal berwarna oranye kemerahan (lebih tebal dan merah dibandingkan telur kembung umumnya) ternyata benar-benar �menyengat� rasanya. Pedas, gurih dengana aroma kapulaga, cengkih dan merica yang kuat. Benar-benar mantap karena pedas dan tebal.

Kalau biasanya gulai ayam kuahnya kuning pucat malu-malu maka gulai Lembah Anai yang diracik dengan bumbu Padang Panjang ini benar-benar merangsang selera. Sekali hirup langsung terasa tojonkan pedas cabai dan bawang yang kuat. Daging ayam jantannya terasa lembut empuk, dengan resapan bumbu sampai keujung tulangnya.

Butiran keringat mulai mengalir deras dari dahi hingga leher karena sengatan cabai dan rempah masakan Lambah Anai ini. Hmm..saya justru makin semangat saat melihat tampilan ikan bakar yang sungguh menggoda. Ikan bawal ukuran kecil dibakar dengan sapuan bumbu kemerahan. Diberi topping cincangan tomat, cabai hijau, cabai merah dan bawang merah dengan kuah yang asam segar.

Ikan yang gurih dengan aksen gosong yang wangi inipun menyatu padu dengan topping yang asam, pedas dan segar. Wah, saya akhirnya memutuskan untuk menuntaskan santapan saya karena teurng ungu yang digoreng cantik bersama potongan jariang (jengkol) sudah sangat menggoda. Perut benar-benar sudah penuh!

Santapan nikmat yang pedas ini memang sesuai dengan hawa sejuk Lembah Anai di Padang Panjang. Harga yang ditawarkan juga tak beda jauh dengan rumah makan Padang lainnya. Berkisar dari Rp. 5.000,00 � Rp. 35.000,00 per piring/porsi. Hmm�sebanding dengan kesegaran badan yang saya peroleh setelah keringat mengucur!

Pantai Karolin Jadi Pilihan Pengunjung

Kategori: Pariwisata

Padang, MinangkabauNews -- H + 3 lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah ini sebagian warga Kota Padang mendatangi tempat-tempat rekreasi, seperti Pantai Padang dan Pantai Air Manis.

Tempat wisata yang menjadi pilihan warga antara lain Pantai Padang, Pantai Padang dan Pantai Karolin. Nah, Pantai Karolin inilah kini mulai banyak dilirik pengunjung, karena keindahan alamnya tak kalah menarik dengan pantai lain di daerah ini.
Bila sebelumnya liburan hari raya Idul Fitri para pengunjung lebih cenderung memilih Pantai Padang atau Pantai Air Manis, namun kini banyak orang beralih ke Pantai Karolin di Kelurahan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.

Alasannya, karena Pantai Padang dan Pantai Air manis selain belum tertata secara bagus, lahan parkir kendaraan juga kurang memadai, sementara di Pantai Karolin memiliki areal parkir yang luas yang dapat menampung jumlah kendaraan.

"Di sini (Karolin) bagus sekali pemandangannya, parkir kendaraan juga enak. Kalau di Pantai Padang dan Pantai Air Manis saya perhatikan kurang bagus. Parkir kendaraan terhalang banyak pohon kelapa," tutur salah seorang pengunjung kepada media ini, kemarin.

Pantai Karolin ini bentangan pantainya cukup panjang, keunggulan lain hamparan pantainya yang sangat luas mencapai 300 meter ke arah laut yang memungkinkan para pengunjung lebih leluasa membawa kelurga bermain di pinggiran pantai serta terdapat banyak pohon pelindung sebagai tempat bernaung pengunjung.

Keindahan Objek Wisata Pantai Carolina Bungus

2 Comments Posted by on 3 December 2010

 
 
 
 
 
 
2 Votes
Merupakan obyek wisata pantai yang dilengkapi dengan fasilitas penginapan, cottage,  restoran, panggung kesenian, dan taman bermain yang cukup luas.  Terletak di Teluk Bungus,  25 km di selatan Kota Padang, dapat dicapai dengan taxi atau angkot jurusan Bungus. Dari Pantai ini wisatawan juga dapat menyewa motor boat atau perahu nelayan untuk  pergi ke pulau-pulau karang yang berada di depannya.
Cuaca cerah membuat suasana pantai makin menggoda untuk dicumbui. Pasir putih dan ombak biru merayu siapa saja yang berkunjung siang itu ke Pantai Caroline—arah selatan Kota Padang. Pecahan ombak yang menyisir hingga tepian menyisakan buih-buih putih dan menyapu pasir pantai berwarna putih kecoklatan.
Pantai nan landai dan rindangnya pepohonan menjadi daya tarik bagi setiap pengunjung. Keinginan untuk segera mencumbui airnya dan berlari di pasirnya nan halus kian tak tertahankan. Kawasan Caroline terbilang masih menyimpan potensi laut yang lebih baik ketimbang kawasan lain di sepanjang Pantai Padang.
Kondisi hutan mangrove-nya masih sedikit terjaga. Alam bawah lautnya pun masih menarik untuk diselami. Tak jarang, para penyelam pemula masih sering memanfaatkan Pantai Caroline sebagai ajang sarana latihan snorkeling. Untuk scuba, para penyelam bisa melakukannya di beberapa pulau yang ada di kawasan Bungus.
Pulau-pulau kecil yang terletak di kawasan Teluk Bunguih dan Perairan Kota Padang seperti Pulau Pisang Ketek, Pulau Pisang Gadang, Pulau Kasiak, Pulau Talena, Pulau Pasumpahan dan Pulau Sirandah, masih menjanjikan keindahan alam bawah laut.
Aneka ragam terumbu karang dan ikan hias menjanjikan pemandangan yang menawan. Keindahan alam bawah laut tersebut menjadi surga untuk bersnorkeling ria bagi para penyelam. Puas berlatih menyelam dan di Pantai Caroline membuat perut akan terasa lapar.
Keinginan untuk segera menikmati berbagai bentuk hidangan laut yang memancing selera tentunya menjadi kebutuhan mendasar. Di bibir Pantai Caroline, pengelola menyediakan beragam hidangan untuk dijadikan santapan siang. Tentunya dengan harga yang relatif terjangkau.
Sehabis menikmati makanan yang didominasi hidangan laut, akan menyegarkan kembali kondisi tubuh yang kelelahan. Rindangnya pepohonan di sepanjang bibir Pantai Caroline menjadi tempat peristirahatan untuk melewati siang nan cerah.
Dengan rajut yang diikatkan ke pepohonan, istirahat siang Anda akan terasa lebih menyenangkan. Semilirnya angin akan membuat mata terasa tak sanggup menahan kantuk. Berlama-lama beristirahat tentunya tidak diinginkan saat melakukan perjalanan wisata.
Bersama rombongan, beragam permainan bisa dilakukan di sepanjang Pantai Caroline. Bermain bola kaki pun bisa dilakukan di sana. Bagi penyuka olahraga air, ombak di Pantai Caroline bisa menghibur.
Pencinta olahraga surving, tentunya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mencandai ombak di Pantai Caroline. Pengunjung yang menyukai hobi memancing pun bisa melampiaskan kegemarannya di sekitar lokasi di Pondok Caroline.
Banyak hal yang bisa dilakuikan di pantai nan landai tersebut. Tentunya, siapkan perlengkapan sebelum melakukan semua hobi Anda di sebelah selatan Kota Padang tersebut. Akses menuju Pantai Caroline bisa dilakukan dengan berbagai jenis kendaraan.
Dengan angkot pun, lokasi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasisia Selatan tersebut juga bisa ditempuh. Makan waktu sekitar satu jam perjalanan paling lama dengan menggunakan kendaraan dari pusat kota. Di sana, pengunjung tidak perlu tergesa-gesa untuk beranjak pulang.
Puluhan cottage disediakan oleh pengelola bagi para pengunjung. Dengan biaya relatif terjangkau, pengunjung bisa melalui malam dan menikmati angin laut di kawasan Pantai Caroline. (eri)