Kamis, 22 September 2011

Khasiat Dibalik Asam Manis Sirsak

TRIBUNNEWS.COM - Sirsak ternyata bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengobatan. Berbagai manfaat buah sirsak dipercaya bermanfaat untuk terapi. Sirsak bisa untuk pengobatan batu empedu, asam urat dan meningkatkan nafsu makan.
Dr. Rizali H. Nasution menjelaskan, sirsak memiliki kandungan vitamin yang lengkap, mineral, protein, juga karbohidrat (pati). Buah ini dipuji juga karena kandungan kalsium, zat besi, dan fosfor yang tinggi. Seratnya yang tinggi sangat baik untuk melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.
Kandungan nutrisi buah sirsak memang cukup banyak. Dalam setiap 100 gram buah, terdapat Energi 65,00 kal, zat besi 0,60 mg, protein 1,00 gr, vitamin A 1,00 RE, lemak 0,30 gr, vitamin B1 0,07 mg, karbohidrat 16,30 gr, vitamin B2 0,04 mg, kalsium 14,00 mg, vitamin C 20,00 mg, fosfor 27,00 mg dan nacin 0,70 mg, Serat 2,00 gr.

Wisata Kuliner Sehari di Seoul


Oleh Syanne Susita

Banyak hal menarik yang bisa dicoba setiap kali bertandang ke ibu kota Negeri Ginseng ini, salah satunya adalah wisata kuliner. Makanan di pinggir jalan di Seoul memiliki berbagai aroma yang mengundang rasa lapar. Selain itu, makanan Korea sering dianggap makanan sehat karena rendah kalori.

Makanan pinggir jalan yang tidak boleh dilewati adalah odeng. Ini mungkin bisa dibilang seperti gorengan di Indonesia. Jenis odeng yang paling populer adalah kue ikan olahan yang direbus dalam kaldu dan disajikan dalam bentuk sate. Harga satu tusuk sekitar 800 sampai 1500 won, tergantung lokasi dan jenis odeng.


Odeng yang dijual menggunakan kereta tenda atau biasanya disebut pojangmacha.

Odeng biasanya bisa ditemui hampir di setiap sudut kota dan dijual menggunakan kereta tenda yang biasa disebut pojangmacha. Menyantap odeng sambil menyeruput kuah kaldu panas-panas sangat nikmat, apalagi jika belum sarapan pagi. Tanpa terasa, saya bisa menyantap empat tusuk odeng.

Saat menuju Ewha University, jajanan pasar pun semakin menjadi-jadi. Mulai dari kue panekuk, ramyeon, sampai topokki. Impian saya untuk mencoba ramyeon di panci seperti  dalam drama Korea akhirnya kesampaian. Disajikan dengan kimchi, ramyeon cumi dan tauge ini menjadi mie terpedas yang pernah saya coba.

Selesai ramyeon, keringat saya semakin mengucur karena melahap topokki. Saya sengaja memuas-muaskan diri makan topokki. Di Jakarta, topokki bukan lagi menjadi makanan pinggir jalan tetapi sajian restoran di mal. Harganya pun jadi mahal. Sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Sedangkan di Seoul, hanya sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Dan, dari segi rasa, tentu pedasnya lebih 'nendang' di tempat asal.


Makan ramyeon pinggir jalan.



Seperti inilah bentuk topokki.

Setelah makan pagi dengan makanan pinggir jalan, saya memutuskan makan siang ala tradisional Korea yang lengkap dengan banchan (makanan pembuka yang banyak) dan camilan penutup yang manis (es krim kacang merah atau es kopi). Disajikan dalam piring-piring kecil, banchan ini mengingatkan saya seperti makan di restoran Padang. Bedanya, kalau di sini, makanan pembuka ini bisa diminta tambah berulang kali tanpa dikenakan biaya tambahan.

Dari makanan pembuka ini, saya selalu menyantap habis kimchi, namul (sayuran yang dikukus dan hanya dibumbui oleh minyak wijen) dan joen (goreng-gorengan). Di sini juga kesempatan saya menenggak soju. Buat yang tidak kuat dengan kadar alkohol tinggi, bisa memesan mixed soju. Menurut sepupu yang bermukim di sana, cranberry soju adalah campuran soju yang paling populer.


Makanan khas Korea dengan banyak hidangan pembuka dan soju.

Menjelang makan malam, saya memutuskan untuk mencari restoran yang agak bergaya. Saya pun menuju Apkujong. Mui-Mui café, restoran yang terletak di 653-4, Sinsa-dong, Gangnam District, Seoul selatan ini menjadi pilihan mengisi perut.

Menu di kafé ini sebenarnya cocok buat tamu yang ingin nongkrong lama karena kebanyakan pilihan makanan dan minumannya ringan. Tipikal orang Indonesia, saya perlu nasi karena hari itu sama sekali belum diisi nasi. Pilihan menunya pun tidak seperti tipikal rumah makan Korea yang memberikan makanan pembuka super banyak. Menu makanannya cukup bervariasi, mulai dari masakan Italia sampai hidangan Asia. Saya pun memilih Bulgogi rice dan teh ginseng.


Kafe Mui-Mui yang menjadi tempat nongkrong asyik buat profesional muda.

Suasana restoran yang bernuansa minimalis ditambah musik chillout dari José Padilla dan Groove Armada membuat makan malam yang menyenangkan. Jika dilihat dari pengunjung yang datang, Kafé yang baru dibuka Maret 2009 ini tampaknya merupakan tempat nongkrong para yuppies setelah jam pulang kantor. Harga di restoran yang sepintas mengingatkan akan Dragonfly di Jakarta ini juga cukup terjangkau. Untuk dua pesanan itu, saya harus membayar 26 ribu won (sekitar Rp 260 ribu).


Strawberry segar berukuran besar yang tersedia di kios kecil.

Setelah lelah berkeliling Apkujong, saya pun membeli strawberry di salah satu kios kecil di situ. Seperti juga toppoki, menyantap strawberry segar, manis dan super besar dengan harga terjangkau hanya bisa dinikmati di negara-negara empat musim. Buah ini buat cemilan saya di hotel nanti.

Sungai Mini Cheonggyecheon yang Menghanyutkan

Hanya di Seoul, saya bisa menyusuri aliran sungai di tengah kota dan menemukan banyak hal menarik.


Oleh Syanne Susita



Selain Menara Seoul, Sungai Cheonggyecheon (baca: chiongkyechion) ini menjadi tempat piknik favorit dalam kota. Aliran sungai sepanjang enam kilometer ini ditata sedemikian rupa sehingga ada atraksi menarik pada setiap kilometernya. Saking panjangnya, aliran sungai ini melewati beberapa daerah populer turis seperti Dongdaemun.

Untuk mencapai Cheonggyecheon, ada banyak pilihan jalur kereta bawah tanah. Tetapi stasiun yang paling dekat lokasi sungai yang paling menarik adalah biru tua (turun di stasiun Jonggak) atau hijau (turun di stasiun Euljiro il-ga). Selain dekat dengan Cheonggyecheon, dekat juga dengan Gwanghwamun Plaza, lapangan luas dengan hamparan bunga dan air mancur yang juga tidak kalah keren untuk dikunjungi.



Di bagian ujung sungai terdapat Cheonggye Plaza yang merupakan lapangan luas yang sering dijadikan tempat berbagai acara, seperti konser musik atau pameran. Di salah satu sisi lapangan, terdapat kubah ramping warna biru merah yang sepintas mirip pohon Natal. Desain arsitektur ini diberi nama The Spring dan merupakan rancangan desainer Claes Oldenberg.

Tanda dimulainya aliran sungai adalah kolam dengan air mancur yang tiap jamnya menampilkan permainan air. Dari kolam itu juga tercurah air terjun yang berlanjut sebagai aliran sungai Cheonggyecheon.



Cheonggyecheon direstorasi ulang tahun 2003 sebagai bagian dari proyek penghijauan kota. Dilintasi oleh 22 jembatan dan batu undakan, cheonggyecheon menjadi tempat ideal untuk warga Seoul bersantai. Pada jam makan siang, sepanjang aliran sungai ini dipenuhi oleh karyawan gedung sekitar yang menikmati makan siang mereka.

Banyak juga anak sekolah yang menghabiskan waktu bersama teman-teman di situ. Sedangkan pada malam hari, banyak keluarga dan pasangan yang menikmati suasana romantis dari lampu-lampu dekorasi.



Bunga warna-warni peninggalan musim panas pun terlihat di sepanjang aliran sungai Cheonggyecheon ini. Dengan angin sejuk  dan udara bersih, menikmati pemandangan bunga ditemani suara gemercik aliran sungai jelas adalah kemewahan bagi saya, karena hal seperti ini tidak mungkin saya nikmati di Jakarta.

Menyusuri lebih lanjut, dinding di sisi kiri kanan sungai sering menampilkan dekorasi-dekorasi unik. Yang terdekat dari The Spring adalah The Wall of Culture, yang menampilkan foto-foto Cheonggyecheon dari masa ke masa. Berjalan agak jauh sedikit, kita bisa menemukan lokasi yang merupakan tempat para wanita mencuci baju di zaman dulu.



Ada juga tembok harapan (Wall of Hope). Tembok ini menampilkan sekitar dua puluh ribu potongan porselen keramik yang setiap potongannya memuat gambar dan pesan-pesan dari warga Korea di seluruh penjuru dunia (yang tinggal di Korea Selatan, Korea Utara atau di luar Korea) yang berharap Korea bisa bersatu. Dinding yang terbentang 50 meter dengan tinggi dua meter ini merupakan dinding porselen keramik terbesar di dunia.

Begitu banyak desain yang dipasang di sepanjang aliran sungai Cheonggyecheon ini, tidak heran jika beberapa bagian sering jadi lokasi syuting drama dan film Korea. Sepintas saya sempat melihat undakan batu yang digunakan sebagai lokasi syuting film Kang Dong Won, "Jeonwoochi".

Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk Liputan 6

Liputan6.com, Sampang: Gubuk itu sederhana dan berlantai tanah di tengah tegalan di Dusun Dualas, Pangongseyan, Sampang, Madura, Jawa Timur. Tidak akan ada yang menyangka jika gubuk itu dihuni seorang siswi yang baru-baru ini keluar sebagai juara nasional bidang astronomi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 di Manado, Sulawesi Utara.
Kemiskinan agaknya membuat Siti Fatima terpacu untuk belajar dengan rajin. Kegigihannya tidak hanya dalam belajar. Untuk berangkat ke sekolah yang jauhnya delapan kilometer, siswi kelas tiga SMA Negeri 1 Sampang ini harus berjalan kaki satu kilometer dari rumahnya karena tidak bisa dilalui sepeda motor. Setelah itu baru diantar pamannya ke jalan raya untuk selanjutnya naik angkutan ke sekolah.
Sayang, prestasi yang diraihnya di tingkat nasional dan regional di bidang astronomi kurang mendapatkan perhatian banyak kalangan. Siti Fatima hanya berharap bisa masuk Institut Teknologi Bandung jika nanti lulus dari SMA. Semoga saja, Siti yang sudah yatim dan memiliki ibu sebagai penjual ikan keliling itu bisa mengharumkan bangsa di masa depan.(ADO)

Satu Abad Rumah Gadang Komunitas Padang Kuno

Oleh: Eko Kurniawan*

Kamis, 22 2011 | 07:32:00 WIB
Satu Abad Rumah Gadang Komunitas Padang Kuno
Satu Abad Rumah Gadang Komunitas Padang Kuno:
PADANG--Rumah gadang yang kita kenal selama ini tak hanya terdapat di kampung, di kota juga ada. Salah satunya di Kelurahan Alai Parak Kopi Kecamatan Padang Utara Kota Padang.

Rumah gadang ini memang tak memiliki gonjong, tapi coraknya dan ukirannya, memiliki khas budaya Minang. Keberadaan rumah gadang di Alai sudah mulai berubah bentuknya. Bahkan sudah ada yang tak layak huni. Oleh karena faktor usia, perawatan dan hal lainnya sangat mempengaruhi.
Salah satu rumah gadang yang dikujungi komunitas Padang Kuno pada Rabu (21/9) adalah rumah gadang milik Kartini (80 tahun). Nenek yang memiliki tujuh orang anak ini merupakan generasi ketiga sebagai pewaris rumah gadang Selamat Dijam.

Rumah gadang dengan alamat jalan Alai Timur sebelah SD Muhammadiyah ini pembangunan dimulai dari tanggal 25 Mei 1926 dan selesai 5 Oktober 1928. Hampir satu abad umurnya. 

Komunitas Padang Kuno cukup prihatin dengan adanya rumah gadang yang berubah bentuk. Maka, komunitas Padang Kuno ingin adanya perlindungan terhadap rumah yang bernilai sejarah. Apalagi UU telah ada yang mengatur mengenai benda cagar budaya.

Di samping itu, sebagai aset sejarah, rumah gadang di Alai merupakan warisan nenek moyang suku dari keluarga yang mendiami. Jika, telah dirubah bentuk bahkan sudah mulai lapuk bangunan rumah gadang, secara otomotis identitas diri dari kaumnya seolah-olah hilang begitu saja.

"Inilah yang kita pikirkan bagaimana supaya yang punya rumah ikut merawatnya. Kalau perlu kita ingin adanya Surat Keputusan (SK) dari Wali Kota Padang. Namun, sebelum melangkah ke sana, kini ingin tumbuhkan rasa peduli terhadap bangunan cagar budaya bagi generasi muda terutama para pelajar di Alai dan sekitarnya. Untuk tahap awal kita hanya melakukan pendekatan dengan anak-anak yang berada di lingkungan rumah gadang," jelas Abasri Irwan, salah seorang pendiri Komunitas Padang Kuno.
Mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) itu juga menjelaskan bahwa kehadiran komunitas Padang Kuno bukan atas adanya desakan dari pihak-pihak tertentu. Murni dari niat para mahasiswa yang cinta dan peduli dengan masa depan bangunan bernilai sejarah dan cagar budaya. Karena pada prinsipnya, jika tak dapat perhatian dari pemerintah maka, secara tak langsung pemerintah telah melupakan sejarah. Maka apa yang dikatakan Bung Karno jangan melupakan sejarah (jas merah) nyata terjadi di tengah masyarakat kita. 

Sulit memang mencari bangunan rumah gadang yang  masih dihuni di Kota Padang. Pesatnya pembangunan rumah bentuk modern , membuat rumah peninggalan nenek moyang yaitu rumah gadang dari kayu terdesak keberadaannya. Apakah ini tidak disadari jadi ancaman pudarnya budaya Minang? Secara tak langsung memang tak terasa. Tapi lambat laun, rumah gadang akan terlindas oleh zaman. Sayang, anak cucu kita masa akan datang hanya dapat mendengar cerita  rumah gadang saja.

*Eko Kurniawan, kontributor inioke.
Share on: Twitter | Facebook | Reddit | Digg | Bagikan | akses http://m.inioke.com dari gadget mu!

Kunci Elektronik Yale: Mengunci Rumah Cukup Dengan Smartphone

Oleh: Fajri Surya Putra

Kamis, 22 2011 | 12:58:00 WIB
Kunci Elektronik Yale
Kunci Elektronik Yale: Seperti ini cara mengunci rumah dengan Yale, tempelkan saja smartphone-nya.
Perusahaan pembuat kunci dan gembok, Yale telah menciptakan sebuah kunci yang rasanya akan menjadi tren di masa depan yakni kunci dengan smartphone. Maksudnya?

Menurut Yale seperti yang dilansir dari Geeky Gadget, kunci rumah ciptaan Yale ini menggunakan teknologi NFC untuk menguncinya. NFC semacam sinyal jarak pendek elektronik yang biasa digunakan di perangkat mobile.

Cara menggunakannya sangat mudah, setelah pintu ditutup cukup hadapkan saja smartphone ke lubang kuncinya dan 'klik', pintu menutup secara otomatis tanpa perlu memasukkan dan memutar kunci. Begitupun ketika membuka pintu, cukup hadapkan saja smartphone ke lubang kuncinya.

Yale mengklaim kunci NFC ini dikembangkan dengan teknologi Mobile Lock. Smartphone ketika dihadapkan ke lubang kunci akan mengirimkan semacam kode berbeda untuk setiap smartphone, dan pintu rumah akan membaca kode itu seperti password dan mengunci pintu secara otomatis.

Yale telah mendemonstrasikan alat ini pameran CEDIA 2011 namun hanya beberapa unit saja. Ugh, kapan ya kunci semacam ini ada di Indonesia? (*)
Share on: Twitter | Facebook | Reddit | Digg | Bagikan4 | akses http://m.inioke.com dari gadget mu!

10 Fenomena Alam Terdahsyat


Begitu banyak Fenomena yang terjadi di dunia ini gan, bahkan ada yang beberapa fenomena tidak bisa kita percayai karena tidak langsung melihatnya.
10. Ice Circles

Lingkaran es fenomena yg sangat jarang sekali terjadi di air yg bersuhu dingin.. lingkaran es2 besar ini dapat ditemui di skandinavia dan Amerika utara, dan kejadian yg terbaru terjadi di Inggris, pada januari 2009
9. Red Tides

Sebuah fenomena alam yg terjadi krn berkumpulnya mikroorganisme dipesisir tempat bergabungnya air dari muara, laut atau air sungai dan membuat air menjadi berwarna ungu dan merah.
8. Columnar Basalt

Formasi bebatuan yg terbentuk dikarenakan lava dari letusan gunung yg mendingin. Basalt yg terkenal di dunia terletak di Giant’s Causeway di Irlandia Utara. yg tampak dibawah ini.

7. Sun Dogs

Fenomena dimana matahari terlihat berjumlah 3 buah.

6. Moeraki Boulders

Batu batu berbentuk bulat yg berada di tepi pantai, terbentuk krn deburan ombak, yg terkenal berada di Pantai Koekohe.

5. Penitentes

Fenomena alam yg hanya terjadi di tempat antara Chili dan Argentina, yaitu salju di permukaan yg tinggi yg runcing karena tiupan angin yang kuat di pegunungan andes.

4. Light Pillars

Fenomena visual yg tercipta krn pantulan cahaya.

3. Catatumbo lightning

Orang Venezuela menamakan petir misterius itu Relampago del Catatumbo atau petir Catatumbo. Lokasi terjadinya petir ini di mulut sungai Catatumbo di danau maracaribo, Venezuela. Kilat ini menyambar hebat dengan tinggi 5 km. Terjadi 140 bahkan sampai 160 kali di malam hari dalam 1 tahun. Setiap malamnya terjadi sambaran selama 10 Jam. Tiap jam terjadi sebanyak 280 kali sambaran. Jadi dalam setahun kurang lebih 448.000 kali sambaran!!! Petir ini terjadi karena tumbukkan anginkencang yang berasal dari Pegunungan Andes. Konon, petir ini adalah pembentuk lapisan ozon yang paling besar di bumi.

2. Cave of the Crystals

Gua yg berisi crystal terletak di situs pertambangan di Chihuahua. Meksiko

1. Pink and White Terraces

Keajaiban alam yg tinggal kenangan krn dihancurkan oleh letusan gunung berapi tarawera pada tahun 1886, Fenomena alam air hangat ini terbentuk dari semburan geyser yang melintas menuruni lereng bukit meninggalkan ketebalan es, kolam air hangat terbesar ini tercatat 3 hektar, sebelum kehancuranya fenomena ini masuk kedalam “The Eighth Wonder of the World”


http://nurlailachairunnisa.blogspot.com/2010/08/10-fenomena-alam-terdahsyat.html